#22 – Nilai Puasa ada di setelahnya


Jumat kemarin,

saya sengaja mengambil posisi yang agak berbeda di bandung posisi saya biasanya, tujuannya iseng saja untuk refreshing.

Alhamdulillah tausiyah jumat ini sangat membekas, sampai2 sayang jika tidak saya tuliskan menjadi sebuah tulisan menarik.

Khatib berbicara tentang makna puasa. 
Sesuatu yang menjadi indikator apakah puasa kita berhasil atau tidak, dan memang yang dilihat bukan hanya saat berpuasa, tapi ada di setelahnya.

Kurang lebih ada 3 hal, ada ayat yang beliau sampaikan tapi saya agak lupa redaksinya

  1. Beramal : Puasa biasa menjadi momentum untuk semua orang maksimal bersedekah, tentunya memang karena keutamaan bulan ini yang luar biasa. Tapi sayangnya banyak orang yang sedekahnya maksimal hanya di bulan puasa saja, nah di harapkan orang2 yang biasa sedekah di bulan puasa tentunya bisa memaksimalkan sedekahnya di bulan lain juga di luar bulan puasa
  2. Menahan Marah : Karena puasa, biasanya kita lebih tahan emosi dan hawa nafsu. Walhasil kita terlihat lebih sedikit bersabar saat puasa, namun sayangnya banyak orang yang ketika selesai puasa seperti lepas dari penjara. Kembali lagi tempo emosinya dan hilang juga kontrol marahnya. Sesuatu yang harusnya tetap bisa kita pertahankan setelah puasa
  3. Memberi Maaf : Memberi maaf adalah mengenai respon, yang terbaik tentunya adalah memberi maaf bukan untuk menunggu maaf, memaafkan kesalahan hendaknya tidak hanya dilakukan ketika momentum lebaran, tapi baiknya tetap dilakukan kapanpun dan bisa menjadikan kita sebagai hamba yang selalu memaafkan

Meskipun sudah tidak puasa, semoga pembekelan2 yang sudah maksimal kita lakukan saat puasa tetap bisa kita bawa di kebiasaan sehari2 di luar puasa

#YukPertahankandanJaga

  • Minggu, 01 Juli 2018

Artikel Terkait

#37 – Dzikir dan Badan Sehat
#37 – Dzikir dan Badan Sehat
#8 - Ngaji Fikih Muamalah
#8 - Ngaji Fikih Muamalah

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar